April 22nd, 2008 by supriman
Hari ini ku begadang lagi tuk menyelesaikan kerjaan yang tak kunjung selesai dari kemaren… Ntah knapa malam ini tidak seperti malam-malam sebelumnya yang t’lah kulewati… Ada rasa yang aneh menggelayuti hatiku… mengusik alam pikiranku… menyeruak sendi-sendiku dan seolah mengalir dalam darah tubuhku.. Fiuuhhh..
Begadang… hal yang sebenarnya biasa kulakukan sejak zaman kuliah dulu. Entah karena menyelesaikan tugas, belajar (klo mo ujian
), berdiskusi atau sekedar ngobrol ma temen kost, nyebarin pamflet, rapat atau bahkan penasaran ingin menamatkan game yang sedang kumainkan (weleh…), atau Ronda malam (kayaknya yang ini mah gak pernah deh)…
Terus terang… saat ku masuk dunia kerja Aq tak membayangkan akan memasuki dunia yang lain sejak zaman kuliah dulu… Zaman kuliah, zaman yang penuh enerji, cinta, dan idealisme. Dahulu tak pernah kuperhitungkan berapa waktu dan tenaga tuk membela apa yang kuyakini, walau itu salah. Aaahhh…. Tapi sekarang, kondisinya berbeda kawan…
Bersambung aahhh….
Posted in Uncategorized | No Comments »
January 13th, 2008 by supriman
Tanggal 13 jam 15 lewat 15 waktu jam saya, kereta Cireks jurusan Cirebon-jakarta melaju dari st Cirebon menuju Gambir, Jakarta. Perjalanan lumayan lancar, tidak terjadi kendala berarti, cuman sepertinya laju kereta lebih lambat dibandingkan yang saya naiki kemaren Jum’at menuju st Cirebon.
Kali ini saya mendapatkan tempat duduk paling belakang di kereta 2. Nomor kursinya persis sama dengan nomor kursi pada saat saya ke Cirebon denan kereta Cireks pula (lihat ini). Tempat duduk paling depan/paling belakang adalah tempat duduk yang paling dekat dengan pintu kereta. Ada kejadian yang menurut saya cukup menarik terjadi pada saat kereta berhenti di st Jatibarang untuk menaikkan penumpang. Kejadian ini terkait dengan tiadanya penomoran kereta/gerbong ditiap rangkaian kereta.
Pada saat kereta berhenti dan banyak penumpang masuk ke kereta, saya yang sedang asik baca buku, tiba2 ditanya oleh penumpang yang baru masuk "Mas ini kereta berapa ?", saya jawab: "Kereta 2". Berlalulah sang penumpang tersebut diikuti penumpang lain (temen/saudaranya mungkin). Tak berapa lama dateng penumpang lain bertanya hal yang sama dan saya jawab dengan jawaban yang sama pula. Kemudian ia bertanya lagi: "Kalo gerbong 3 mana ya?" Saya dan Penumpang disamping saya menjawab bersamaan tapi arah yang ditunjuk berlawanan, saya menunjuk ke depan, dia ke belakang. Nah lho, jadi bingungkan yang nanya!. Tapi saya yakin sayalah yang benar (sempet ragu juga siih :D). Untungnnya penumpang disamping saya ini segera menyadiri kesalahannya.
Kemudian datang beberapa penumpang lagi datang dan bertanya: "Ini gerbong berapa ya?" sampai kurang lebih 9 penumpang. Duuuhhhh… Sebenarnya siih saya gak masalah ngejawab orang yang bertanya, cuman pertanyaan seperti ini muncul karena kurangnya informasi yang diberikan kepada penummpang plus tidak ada petugas yang siap memberitahu penumpang yang bertanya. Gerbongnya gak dikasih nomor siih….
Kalo pihak KAI bekata dengan: "Tinggal Nanya Aja Koq Repot…", maka saya berkata: "Tinggal Ngasih nomor aja koq repot…" :)) …. Piiisss Ahhh…. Kembali kerjaa
Posted in Travel | No Comments »